Langsung ke konten utama

#2 = Janji Bapa: Roh Kudus Akan Dicurahkan (Kisah Para Rasul 1:4–5, Yohanes 14:16–17)

 

#2
“Janji Bapa: Roh Kudus Akan Dicurahkan”
(Kisah Para Rasul 1:4–5, Yohanes 14:16–17)


Baca juga : #1 = Menanti dalam Satu Hati: Teladan Loteng Yerusalem (Kisah Para Rasul 1:12–14)


“Janji Bapa: Roh Kudus Akan Dicurahkan”

(Kisah Para Rasul 1:4–5, Yohanes 14:16–17)

Chapter 2 dari Series : 10 Hari Menanti Pentakosta

Yesus sebelum naik ke surga tidak membiarkan murid-murid-Nya bingung atau tanpa arah. Ia memberi mereka sebuah janji yang agung, janji dari Bapa. Dan kali ini, kita akan gali lebih dalam, apa janji itu, mengapa penting, dan bagaimana kita meresponsnya hari ini?

 

1. Janji yang Ditetapkan Sejak Semula

Mari kita buka Kisah Para Rasul 1:4–5:

“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — ‘telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.’”

Yesus sedang berbicara tentang penggenapan sebuah janji surgawi. Ini bukan janji manusia, ini bukan rencana cadangan. Ini adalah janji Bapa bagian dari rancangan kekal Allah.

Dalam Yohanes 14:16–17 Yesus juga berkata:

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”

Perhatikan kata-kata Yesus:
 Ia akan menyertai kamu selama-lamanya.”
“Ia akan diam di dalam kamu.”

Artinya Roh Kudus bukan hanya akan datang dan pergi. Ia akan tinggal. Ia akan menyatu.

 

2. Mengapa Janji Ini Penting?

Yesus tahu, para murid tidak akan sanggup melanjutkan misi-Nya hanya dengan kekuatan mereka sendiri.

Yesus tahu, iman mereka masih rapuh, hati mereka masih goyah, dan keberanian mereka terbatas.

Karena itu, Yesus tidak mengutus mereka langsung ke dunia setelah Ia naik ke surga. Ia memerintahkan satu hal:
“Tinggallah di Yerusalem. Tunggu janji itu.”

Yesus sedang berkata:

“Jangan mulai pelayanan tanpa kuasa, Jangan pergi tanpa Penolong, Jangan bicara tentang-Ku tanpa api dari Roh Kudus.”

ini juga berlaku untuk kita hari ini.
Kita bisa aktif di gereja, sibuk pelayanan, tetapi jika kita tidak hidup dalam kuasa dan persekutuan dengan Roh Kudus, kita hanya berjalan dengan kekuatan manusia.

 

3. Siapakah Roh Kudus Itu?

Yesus menyebut Dia sebagai:

-      Penolong yang lain - artinya seperti Yesus, tapi tidak terbatas ruang dan waktu.

-      Roh Kebenaran - artinya Ia membimbing kita kepada kebenaran sejati.

-      Ia tinggal dalam kamu - artinya hubungan kita dengan Allah menjadi intim dan terus-menerus.

Bayangkan ini:
Yesus yang selama 3,5 tahun hanya bisa menyertai murid secara fisik, kini melalui Roh Kudus, bisa tinggal di hati semua orang percaya secara pribadi dan permanen.

 

4. Apa Tanggapan Kita Hari Ini?

Pertama, kita harus menghargai dan rindu akan janji itu.
Roh Kudus bukan sekadar pengalaman emosional atau sensasi rohani. Ia adalah Pribadi Allah yang hidup, yang rindu memimpin, menghibur, menegur, dan membimbing kita setiap hari.

 

Kedua, kita harus menanti dengan iman, bukan pasif.
Yesus menyuruh mereka menunggu, bukan tidur. Tapi menunggu dengan berdoa bersama-sama, sehati sepikir, dan saling menguatkan.

 

Ketiga, kita harus berkata:

“Tuhan, aku tidak mau hidup tanpa Roh-Mu. Aku tidak bisa menjalani keluarga, pelayanan, pekerjaan, bahkan hidup ini, tanpa Engkau di dalamku.”

 

Penutup:

Jangan Lewatkan Janji-Nya

Pencurahan Roh Kudus bukan sekadar sejarah gereja. Itu adalah janji yang masih relevan, hidup, dan tersedia untuk setiap kita hari ini.

Yesus tidak pernah mencabut janji itu. Tapi pertanyaannya:
Apakah kita masih menantikannya? Apakah kita masih menginginkannya? Apakah kita sungguh membuka hati untuk menerimanya?

Percaya kepada janji-Nya, biarkan Roh Kudus masuk dan tercurah dalam hidupmu, jangan biarkan dirimu berjalan tanpa hadirat-Nya, mau mengenal-Nya lebih dalam melalui Penolong yang Yesus janjikan yaitu Roh Kudus.

Tuhan Yesus memberkati. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#3 = Roh Kudus: Siapa Dia dan Apa Peran-Nya? (Yohanes 16:7–15)

#3 "Roh Kudus: Siapa Dia dan Apa Peran-Nya?" (Yohanes 16:7–15)   Baca juga :  #2 = Janji Bapa: Roh Kudus Akan Dicurahkan (Kisah Para Rasul 1:4–5, Yohanes 14:16–17) "Roh Kudus: Siapa Dia dan Apa Peran-Nya?" (Yohanes 16:7–15) Chapter 3 dari  Series : 10 Hari Menanti Pentakosta   Kali ini, kita sampai pada satu pertanyaan penting yang perlu dijawab oleh setiap kita yang rindu hidup dipenuhi Roh Kudus: "Siapa sebenarnya Roh Kudus? Dan apa yang Ia lakukan dalam hidupku?" Karena bagaimana mungkin kita bisa menyambut dan berjalan bersama-Nya, jika kita sendiri belum sungguh-sungguh mengenal pribadi-Nya?   I.           Roh Kudus Adalah Pribadi, Bukan Sekadar Kuasa Mari kita mulai dengan sesuatu yang sangat mendasar namun seringkali terlewat: Roh Kudus adalah Pribadi, bukan sekadar kekuatan atau energi ilahi. Yesus sendiri dalam Yohanes 16 berulang kali menyebut-Nya dengan kata “Ia,” bukan “itu.” Ini bu...

"Ia Naik, Tetapi Tidak Pernah Meninggalkan Kita" (Kisah Para Rasul 1:6–11)

  " Ia Naik, Tetapi Tidak Pernah Meninggalkan Kita" (Kisah Para Rasul 1:6–11) Baca juga :  “Bukan Keadaan, Tapi Kamu yang Semakin Kuat” " Ia Naik, Tetapi Tidak Pernah Meninggalkan Kita" (Kisah Para Rasul 1:6–11) Pada hari ini, kita memperingati sebuah peristiwa agung dalam sejarah iman Kristen, yakni kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga. Ini bukan sekadar momen teologis, tetapi merupakan titik penting dalam rencana keselamatan Allah bagi umat manusia. Kenaikan Kristus menandai transisi dari karya penebusan di dunia menuju pemerintahan-Nya yang kekal di surga dan sekaligus menjadi panggilan bagi kita semua untuk meneruskan misi-Nya di dunia ini.           I.  KENAIKAN YESUS BUKAN AKHIR, MELAINKAN PENGGENAPAN Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 1:9 mencatat: “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.” Peristiwa ini bukanlah tanda bahwa Yesus telah meninggalkan...

"Mengapa Kita Berdoa 10 Malam? Memahami Kuasa yang Dijanjikan"

  "Mengapa Kita Berdoa 10 Malam? Memahami Kuasa yang Dijanjikan" Baca juga :  "Ia naik, tetapi tidak pernah meninggalkan kita." "Mengapa Kita Berdoa 10 Malam? Memahami Kuasa yang Dijanjikan" SERIES : 10 Hari Menanti Pentakosta Shalom, saudara-saudari terkasih dalam Tuhan! Pernahkah saudara bertanya-tanya, “Kenapa gereja kita mengadakan Doa 10 Malam setelah Kenaikan Tuhan Yesus?” Apakah ini hanya tradisi? Ataukah ada kuasa dan makna rohani yang dalam di baliknya? saya ingin mengajak kita semua menggali bersama: Mengapa Doa 10 Malam ini penting? Apakah ada dasar alkitabiahnya? Dan bagaimana ini bisa memperbarui hidup rohani kita? 1. Dasar Alkitabiah – Apa yang Terjadi Setelah Kenaikan? Setelah Yesus naik ke surga, murid-murid tidak langsung menyebar atau pulang ke rumah masing-masing. Mereka berkumpul di satu tempat, berdoa dengan tekun. Mari kita buka Kisah Para Rasul 1:12-14: “Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bu...