Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

#2 = Janji Bapa: Roh Kudus Akan Dicurahkan (Kisah Para Rasul 1:4–5, Yohanes 14:16–17)

  #2 “Janji Bapa: Roh Kudus Akan Dicurahkan” (Kisah Para Rasul 1:4–5, Yohanes 14:16–17) Baca juga :  #1 = Menanti dalam Satu Hati: Teladan Loteng Yerusalem (Kisah Para Rasul 1:12–14) “Janji Bapa: Roh Kudus Akan Dicurahkan” (Kisah Para Rasul 1:4–5, Yohanes 14:16–17) Chapter 2 dari  Series : 10 Hari Menanti Pentakosta Yesus sebelum naik ke surga tidak membiarkan murid-murid-Nya bingung atau tanpa arah. Ia memberi mereka sebuah janji yang agung, janji dari Bapa. Dan kali ini, kita akan gali lebih dalam, apa janji itu, mengapa penting, dan bagaimana kita meresponsnya hari ini?   1. Janji yang Ditetapkan Sejak Semula Mari kita buka Kisah Para Rasul 1:4–5: “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — ‘telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.’” ...

#1 = Menanti dalam Satu Hati: Teladan Loteng Yerusalem (Kisah Para Rasul 1:12–14)

  #1 “Menanti dalam Satu Hati: Teladan Loteng Yerusalem” (Kisah Para Rasul 1:12–14) Baca juga :  "Mengapa Kita Berdoa 10 Malam? Memahami Kuasa yang Dijanjikan" “Menanti dalam Satu Hati: Teladan Loteng Yerusalem” (Kisah Para Rasul 1:12–14) Chapter 1 dari  Series : 10 Hari Menanti Pentakosta Ini adalah rangkaian pertama dari sepuluh rangkaian doa sepuluh malam/hari yang penuh pengharapan, kita menanti dengan iman, dengan doa, dan dengan kerinduan akan lawatan Roh Kudus. Saya ingin mengajak kita semua untuk membuka hati dan belajar dari satu kisah luar biasa, kisah para murid yang menanti dengan setia di loteng Yerusalem. Mari kita baca Kisah Para Rasul 1:12–14: "Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun... Mereka semua berkumpul dengan sehati dalam doa bersama... bersama beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan saudara-saudara-Nya."   1.       Mereka Kembali ke Yerusalem – Tempa...

"Mengapa Kita Berdoa 10 Malam? Memahami Kuasa yang Dijanjikan"

  "Mengapa Kita Berdoa 10 Malam? Memahami Kuasa yang Dijanjikan" Baca juga :  "Ia naik, tetapi tidak pernah meninggalkan kita." "Mengapa Kita Berdoa 10 Malam? Memahami Kuasa yang Dijanjikan" SERIES : 10 Hari Menanti Pentakosta Shalom, saudara-saudari terkasih dalam Tuhan! Pernahkah saudara bertanya-tanya, “Kenapa gereja kita mengadakan Doa 10 Malam setelah Kenaikan Tuhan Yesus?” Apakah ini hanya tradisi? Ataukah ada kuasa dan makna rohani yang dalam di baliknya? saya ingin mengajak kita semua menggali bersama: Mengapa Doa 10 Malam ini penting? Apakah ada dasar alkitabiahnya? Dan bagaimana ini bisa memperbarui hidup rohani kita? 1. Dasar Alkitabiah – Apa yang Terjadi Setelah Kenaikan? Setelah Yesus naik ke surga, murid-murid tidak langsung menyebar atau pulang ke rumah masing-masing. Mereka berkumpul di satu tempat, berdoa dengan tekun. Mari kita buka Kisah Para Rasul 1:12-14: “Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bu...

"Ia Naik, Tetapi Tidak Pernah Meninggalkan Kita" (Kisah Para Rasul 1:6–11)

  " Ia Naik, Tetapi Tidak Pernah Meninggalkan Kita" (Kisah Para Rasul 1:6–11) Baca juga :  “Bukan Keadaan, Tapi Kamu yang Semakin Kuat” " Ia Naik, Tetapi Tidak Pernah Meninggalkan Kita" (Kisah Para Rasul 1:6–11) Pada hari ini, kita memperingati sebuah peristiwa agung dalam sejarah iman Kristen, yakni kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga. Ini bukan sekadar momen teologis, tetapi merupakan titik penting dalam rencana keselamatan Allah bagi umat manusia. Kenaikan Kristus menandai transisi dari karya penebusan di dunia menuju pemerintahan-Nya yang kekal di surga dan sekaligus menjadi panggilan bagi kita semua untuk meneruskan misi-Nya di dunia ini.           I.  KENAIKAN YESUS BUKAN AKHIR, MELAINKAN PENGGENAPAN Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 1:9 mencatat: “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.” Peristiwa ini bukanlah tanda bahwa Yesus telah meninggalkan...

“Bukan Keadaan, Tapi Kamu yang Semakin Kuat”

  “Bukan Keadaan, Tapi Kamu yang Semakin Kuat” Baca juga : Tuhan adalah Gembalaku - Memahami kasih Allah dalam Mazmur 23 “Bukan Keadaan, Tapi Kita yang Semakin Kuat” Mazmur 23:4 – “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”   Saya ingin mengajak kita semua merenungkan satu kalimat sederhana, tapi sangat dalam: “Bukan keadaannya yang berubah, tapi kita yang menjadi semakin kuat.” Kadang kita berpikir, kalau saja keadaan berubah, hidup akan jadi lebih mudah. Kalau saja masalah itu selesai, hati akan jadi tenang. Tapi, mari kita lihat Mazmur 23:4.   Daud Tidak Menyangkal Lembah Daud tidak pernah berkata: “Aku tidak akan pernah melewati lembah.” Justru dia berkata: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman...” Artinya, lembah itu tetap ada. Masalah tetap datang, keadaan tetap menekan. Tapi yang membuat perbedaan adalah sikap hati Daud. Dau...

Tuhan Adalah Gembalaku: Memahami Kasih Allah dalam Mazmur 23

  Tuhan Adalah Gembalaku:  Memahami Kasih Allah dalam Mazmur 23 Baca juga :  Kasih, penolakan dan penerimaan = PERAGAAN YOHANES 3:16 DI BUKIT TENGKORAK Sebuah rangkuman dari Khotbah :  Pdt. Oktafianus Angga (Malang, 11 Mei 2025)   Tuhan Adalah Gembalaku: Memahami Kasih Allah dalam Mazmur 23 Kali ini kita akan membahas satu bagian firman yang sangat indah, sangat menguatkan, dan saya yakin sudah tidak asing lagi bagi kita semua yaitu Mazmur 23. Saya mau ajak kita bayangkan sebentar. Ketika kita sedang lelah, bingung, atau merasa sendiri lalu ada satu suara lembut berkata: “Tenanglah, Aku di sini. Aku gembalamu.” Bukankah itu melegakan? Mazmur 23 bukan cuma puisi indah, tetapi kesaksian pribadi dari seorang Daud yang mengenal Tuhan secara dalam. Hari ini kita akan belajar dari Daud dan mengalami kembali kasih Tuhan yang memelihara kita bukan hanya secara teori, tapi nyata dalam hidup sehari-hari. Mari kita buka hati, dan izinkan Tuhan berbicara. 1. Makna Tuh...