Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

KASIH, PENOLAKAN, DAN PENERIMAAN: PERAGAAN YOHANES 3:16 DI BUKIT TENGKORAK

  KASIH, PENOLAKAN, DAN PENERIMAAN:  PERAGAAN YOHANES 3:16 DI BUKIT TENGKORAK Baca juga :  BERTAMBAH UMUR : BELAJAR DENGAN POLA TUHAN KASIH, PENOLAKAN, DAN PENERIMAAN: PERAGAAN YOHANES 3:16 DI BUKIT TENGKORAK   Sebuah Bukit, Tiga Salib, Tiga Respon Di dunia ini, tak banyak momen yang begitu singkat namun mengguncang sejarah umat manusia seperti penyaliban Yesus di Bukit Tengkorak (Golgota). Di sana, bukan hanya ada penderitaan, tapi juga peragaan dari kasih paling agung, sekaligus dua reaksi manusia terhadap kasih itu: penolakan dan penerimaan. Dan menariknya, semua itu sudah dirangkum lebih dulu dalam sebuah ayat yang sering dianggap sederhana: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” - Yohanes 3:16   Bagian 1: Yohanes 3:16 : Kasih dalam 3 Elemen   Jika kita bedah secara sed...

BERTAMBAH UMUR : BELAJAR DENGAN POLA TUHAN

BERTAMBAH UMUR : BELAJAR DENGAN POLA TUHAN Baca Juga :  Mengokohkan Fondasi Iman di Tengah Badai Kehidupan BERTAMBAH UMUR : BELAJAR DENGAN POLA TUHAN Waktu terasa begitu cepat. Tanggal 3 April kemarin, saya resmi bertambah usia. Rasanya baru kemarin menjalani hari-hari sebelumnya, tapi sekarang saya sudah ada di usia yang baru. Kalau saya melihat kembali setahun terakhir, begitu banyak momen yang membekas di hati dan pikiran. Ada yang sangat berkesan sampai rasanya ingin diulang, ada juga yang berkesan tapi cukup jadi kenangan saja, tidak perlu terjadi lagi. Ada banyak reminder , tapi ada juga banyak disaster . Kalau mau jujur, dalam perjalanan setahun terakhir, saya mengalami banyak hal yang di luar dugaan. Ada rencana yang saya susun dengan baik, tapi gagal di tengah jalan. Ada perjuangan yang begitu keras, tapi hasilnya jauh dari harapan. Ada hubungan yang saya kira bisa bertahan, tapi ternyata harus berakhir. Saya pernah merasa seperti sudah melakukan yang terbaik, tapi...