#10
“PENTAKOSTA”
KUASA
YANG MENGUBAH DUNIA
Kisah Para Rasul 2:1-21
Chapter
10 dari Series : 10 Hari Menanti Pentakosta
Akhirnya kita sampai pada
Chapter 10 yaitu chapter terakhir dalam Series : 10 Hari Menanti Pentakosta.
Kita memperingati suatu hari besar. Hari yang bukan hanya mengubah hidup para
rasul, tetapi mengubah sejarah dunia, yaitu Hari Pentakosta. Hari di
mana Roh Kudus dicurahkan dengan kuasa, dan murid-murid yang tadinya
biasa-biasa saja, berubah menjadi alat Tuhan yang luar biasa.
Dan saya percaya,
pencurahan yang sama, kuasa yang sama, Roh yang sama, masih bekerja hari ini,
di dalam gereja-Nya, di dalam hidup kita.
Haleluya...
1. Latar
Belakang Pentakosta
Mari kita mundur sedikit,
memahami asal usul Pentakosta.
Pentakosta berasal dari
kata Yunani Pentēkostē, yang artinya hari kelima puluh. Bagi orang
Yahudi, ini adalah Hari Raya Panen, juga disebut Hari Raya Tujuh Minggu
(Shavuot), dirayakan 50 hari setelah Paskah. Saat itu, orang Yahudi dari
berbagai penjuru dunia berkumpul di Yerusalem.
Namun pada hari itu, Tuhan
punya agenda lain. Hari itu bukan hanya panen gandum, tapi panen jiwa.
Yesus sudah naik ke
surga, dan Dia berjanji:
"Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu
akan menjadi saksi-Ku…” (Kis. 1:8)
Dan janji itu tergenapi
di hari Pentakosta.
2. Pencurahan
Roh Kudus
Mari kita buka Kisah Para
Rasul 2:1-4:
"Ketika tiba hari
Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba
terdengarlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras… dan tampaklah
lidah-lidah seperti nyala api… dan mereka semua dipenuhi dengan Roh
Kudus."
Ini bukan dongeng. Ini
adalah kuasa yang nyata.
Apa yang terjadi di sana?
- Murid-murid yang dulu penakut,
sekarang berani.
- Petrus, yang menyangkal Yesus tiga
kali, sekarang berdiri dan berkhotbah kepada ribuan orang.
- Yang tadinya hanya nelayan dan
pemungut cukai, sekarang menjadi rasul yang menggoncang bangsa-bangsa.
Apa rahasianya?
Roh Kudus dicurahkan.
Ini bukan soal emosi.
Bukan soal pengalaman supranatural semata, ini soal kuasa dari surga yang
mengubah kelemahan menjadi kekuatan, rasa takut menjadi keberanian, keraguan
menjadi pengurapan.
3. Hujatan
dan Penolakan
Bukan semua orang
menyambut pencurahan Roh Kudus ini.
Kita lihat di Kisah 2:13:
“Tetapi orang lain
menyindir dan berkata: ‘Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.’”
Lihat, dari awal sudah
ada yang menghujat pekerjaan Roh Kudus. Mereka mengejek, menertawakan, bahkan
mencurigai sebagai hal yang aneh, tidak alkitabiah, dan tidak waras.
Apakah itu membuat
murid-murid berhenti? Tidak.
Apakah itu menghentikan kuasa Allah? Tidak.
Kuasa Roh Kudus tidak ditentukan oleh komentar orang, tetapi oleh janji Tuhan
yang kekal.
Dan sampai hari ini, Roh
Kudus masih sering disalahpahami.
- Ada yang berkata: “Ah, itu cuma
emosi.”
- Ada yang mencibir: “Itu bukan dari
Tuhan.”
- Bahkan di kalangan gereja sendiri,
banyak yang menolak kuasa dan karunia Roh Kudus.
Tapi mari kita tegaskan
hari ini:
Pentakosta bukan hanya sejarah, Pentakosta adalah warisan kita.
4. Roh
Kudus bagi Zaman Ini
Pencurahan Roh Kudus
bukan untuk zaman dahulu saja.
Yesus berkata dalam Yohanes 14:16:
“Aku akan minta kepada
Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia
menyertai kamu selama-lamanya.”
‘Selama-lamanya...’
Bukan hanya untuk para rasul, bukan hanya untuk tahun 33 M. Tapi untuk saya dan
saudara hari ini.
Dan apa hasilnya ketika
Roh Kudus dicurahkan?
- Kuasa untuk memberitakan Injil. (Kis.
1:8)
- Buah Roh dalam hidup kita. (Gal.
5:22-23)
- Karunia Roh untuk membangun tubuh
Kristus. (1 Kor. 12)
- Penghiburan, penguatan, dan pimpinan.
(Yoh. 14:26)
5. Respon
Kita terhadap Pentakosta
Jadi apa respon kita hari
ini?
Mari kita belajar dari
orang-orang yang mendengar khotbah Petrus pada hari Pentakosta.
Di Kisah Para Rasul 2:37,
dikatakan:
"Ketika mereka
mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka berkata… ‘Apa yang
harus kami perbuat?’”
Petrus menjawab:
“Bertobatlah dan
hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis… maka kamu akan menerima
karunia Roh Kudus.”
Roh Kudus bukan untuk
mereka yang sempurna, tapi untuk mereka yang lapar.
Tuhan tidak mencurahkan
Roh-Nya kepada yang paling pintar, paling suci, atau paling rohani tetapi
kepada yang merendahkan diri dan membuka hati.
Hari ini, Tuhan masih
mencari orang-orang yang berkata:
- “Tuhan, aku haus.”
- “Tuhan, aku butuh kuasa-Mu.”
- “Tuhan, pakailah hidupku.”
Penutup:
Hidup
dalam Kuasa Pentakosta
Dunia ini sedang gelap.
Kita hidup di zaman penuh kekacauan, hoax, ketakutan, dosa, dan kompromi.
Tapi hari ini saya ingin
berkata dengan keyakinan:
Kita tidak sendiri.
Kita punya Penolong.
Kita punya api dari surga.
Kita punya kuasa untuk menang.
Mari jangan puas hanya
menjadi gereja yang rutin.
Mari kita jadi gereja yang berapi-api, yang berkuasa, dan yang digerakkan oleh
Roh Kudus.
Mari kita mohon
pencurahan yang baru, keberanian yang baru, urapan yang baru.
Ini waktunya panen!
Ini waktunya gereja bangkit!
Ini waktunya kita berkata: “Tuhan, jadikan aku alat-Mu di zaman ini!”

Komentar
Posting Komentar