"Ia Naik, Tetapi
Tidak Pernah Meninggalkan Kita"
(Kisah Para Rasul
1:6–11)
"Ia Naik, Tetapi
Tidak Pernah Meninggalkan Kita"
(Kisah
Para Rasul 1:6–11)
Pada
hari ini, kita memperingati sebuah peristiwa agung dalam sejarah iman Kristen,
yakni kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga. Ini bukan sekadar momen teologis,
tetapi merupakan titik penting dalam rencana keselamatan Allah bagi umat
manusia. Kenaikan Kristus menandai transisi dari karya penebusan di dunia
menuju pemerintahan-Nya yang kekal di surga dan sekaligus menjadi panggilan
bagi kita semua untuk meneruskan misi-Nya di dunia ini.
I. KENAIKAN YESUS BUKAN AKHIR, MELAINKAN PENGGENAPAN
Firman
Tuhan dalam Kisah Para Rasul 1:9 mencatat:
“Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.”
Peristiwa
ini bukanlah tanda bahwa Yesus telah meninggalkan umat-Nya. Sebaliknya, ini
adalah tanda penggenapan bahwa karya penyelamatan-Nya telah sempurna, dan Ia
kini naik ke tempat kemuliaan di sisi Bapa, di mana Ia menjadi Pengantara, Imam
Besar, dan Raja yang hidup.
Dalam
Yohanes 16:7, Tuhan Yesus sendiri berkata:
“Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu.”
Dengan
kenaikan-Nya, Yesus tidak menjauh, tetapi justru memberikan kepada kita kuasa
yang lebih besar yakni kehadiran Roh Kudus yang menyertai dan memimpin kita
setiap waktu.
II. KENAIKAN YESUS MENEGUHKAN OTORITAS DAN PEMERINTAHAN-NYA
kenaikan
Kristus juga menandakan bahwa Ia telah dimuliakan, dan kini memerintah atas
segala sesuatu. Dalam Efesus 1:20–21, Rasul Paulus menyatakan:
“…dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan…”
Hal
ini menegaskan bahwa segala kuasa di dunia ini tunduk kepada otoritas Kristus.
Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan penderitaan, kita memiliki
pengharapan yang teguh bahwa Raja kita hidup dan memerintah dengan adil dan
penuh kasih.
III.
KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI SAKSI
Sebelum
Yesus naik ke surga, Ia memberikan perintah penting kepada para murid,
sebagaimana tercatat dalam Kisah Para Rasul 1:8:
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku...”
Ini
adalah amanat bagi kita semua. Kenaikan Yesus bukanlah undangan untuk menatap
langit dalam pasif, melainkan panggilan untuk bergerak aktif menjadi saksi-Nya di
rumah, di tempat kerja, di lingkungan masyarakat, bahkan sampai ke ujung bumi.
Malaikat
pun menegur para murid saat mereka hanya berdiri memandangi langit:
“Hai
orang-orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit?” (Kis.
1:11)
Ini
adalah teguran halus bagi kita semua: Jangan hanya menantikan Tuhan datang
kembali tetapi mari kita isi waktu penantian ini dengan pelayanan, kasih, dan
pemberitaan Injil.
IV.
JANJI KEDATANGAN-NYA KEMBALI
Kabar
penghiburan bagi kita adalah bahwa Yesus akan datang kembali. Kenaikan-Nya ke
surga bukanlah akhir dari relasi kita dengan Dia, melainkan janji akan
perjumpaan yang kekal.
Firman
Tuhan berkata:
“Yesus
ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara
yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga.”
(Kis. 1:11b)
Oleh
sebab itu, marilah kita hidup dalam kekudusan, kesetiaan, dan pengharapan.
Ketika Kristus datang kembali, kiranya Ia mendapati kita setia dalam pelayanan
dan berbuah dalam kasih.
V.
HIDUP DALAM KUASA DAN PENGHARAPAN
Peringatan
kenaikan Tuhan Yesus Kristus hendaknya tidak kita maknai secara seremonial
belaka. Ini adalah panggilan untuk menghidupi iman kita dengan sungguh-sungguh.
Kenaikan-Nya berarti:
·
Ia telah menang,
dan kita memiliki jaminan keselamatan.
·
Ia memerintah,
dan kita hidup dalam perlindungan dan otoritas-Nya.
·
Ia mengutus kita,
dan kita memiliki tugas mulia untuk menjadi terang dunia.
· Ia akan datang kembali, dan kita menantikan-Nya dengan iman yang teguh.
Marilah
kita hidup bukan dengan menatap ke langit dalam kebingungan, melainkan
melangkah maju dalam kuasa Roh Kudus, menjadi saksi Kristus yang setia di mana
pun kita berada.
Tuhan
Yesus telah naik ke surga. Tetapi kasih-Nya, kuasa-Nya, dan janji-Nya tetap
tinggal bersama kita.
Tuhan
memberkati kita semua.

Komentar
Posting Komentar